Setiap mahasiswa datang dari ruang kehidupan yang berbeda. Ruang asal—kampung, sekolah, rumah, jalan menuju pendidikan, membentuk cara berpikir, bertahan, dan bermimpi. Melalui proyek ini, mahasiswa diajak merefleksikan pengalaman personal dari daerah asal sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual dan partisipatif.
Proyek ini menggunakan pendekatan Project-Based Learning (PjBL) dan menghasilkan produk nyata berupa karya tulis reflektif.
Arah Isi (biar mahasiswa tidak bingung)
Mahasiswa diminta menulis satu ruang paling berpengaruh dalam hidup mereka, dikaitkan dengan:
- latar pendidikan,
- kondisi sosial/ekonomi,
- nilai hidup yang terbentuk.
Ruang di sini tidak harus fisik—boleh konkret atau simbolik.
Contoh “ruang” yang bisa diangkat:
- Ruang kelas beratap seng
- Jalan tanah menuju sekolah
- Rumah tanpa listrik / air terbatas
- Asrama / kos perantauan
- Gereja / masjid / lapangan kampung
- Perahu, ladang, atau pasar
- Ruang sunyi saat harus memilih merantau
Deskripsi Tugas
Mahasiswa diminta menulis satu karya tulis reflektif tentang satu “ruang” paling berpengaruh dalam kehidupan yang berkaitan dengan:
- Pendidikan,
- Kondisi sosial/ekonomi,
- Nilai hidup yang terbentuk.
“Ruang” tidak harus fisik, bisa berupa:
- Ruang kelas, rumah, jalan, ladang, gereja/mushola,
- Ruang sunyi, ruang perpisahan, ruang pilihan hidup,
- Ruang simbolik lain yang bermakna.
📌Penggunaan AI (Artificial Intelligence)
AI boleh digunakan secara terbatas, yaitu:
- untuk membantu ejaan,
- memperbaiki struktur kalimat,
- menyusun outline awal.
AI tidak boleh digunakan untuk:
- menulis isi pengalaman,
- menggantikan refleksi personal,
- membuat cerita yang tidak dialami sendiri.
Mahasiswa bertanggung jawab penuh atas keaslian isi tulisan.

0 Komentar