Persahabatan

Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh persaingan, kadang kita lupa bahwa kebahagiaan paling sederhana justru datang dari hal yang tidak bisa dibeli: persahabatan. Bukan tentang siapa yang paling kaya, siapa yang paling tinggi jabatannya, atau siapa yang paling terpandang. Hanya duduk bersama, tertawa tanpa beban, dan berbagi cerita apa adanya. Rasanya ringan. Rasanya pulang.

Berteman tanpa memandang status, uang, dan jabatan adalah ruang istirahat bagi jiwa. Di sanalah kita bisa menjadi diri sendiri, tanpa topeng profesionalitas, tanpa tuntutan pencitraan. Kita bebas mengeluh, bebas tertawa, bahkan bebas diam bersama. Dan anehnya, justru momen-momen seperti itulah yang paling menyembuhkan stres.

Mungkin, di usia dewasa ini kita tidak lagi punya banyak waktu untuk berkumpul lama. Namun satu hal yang pasti: kualitas persahabatan selalu lebih berarti daripada kuantitasnya. Satu atau dua sahabat yang tulus jauh lebih berharga daripada seratus relasi yang penuh kepentingan.

Karena pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang pencapaian, tetapi juga tentang siapa yang berjalan bersama kita. Dan persahabatan yang lahir dari hati—tanpa pamrih, tanpa hitung-hitungan—itulah yang membuat perjalanan terasa lebih hangat.

Sederhana, jujur, apa adanya, mengalir seperti air.

pxby


Posting Komentar

0 Komentar