Email bukan sekadar pesan biasa. Ia adalah representasi profesionalitas diri. Cara kita menulis email mencerminkan karakter, kedewasaan, dan keseriusan sebagai mahasiswa.
Sayangnya, masih banyak email yang ditulis terlalu santai, tanpa identitas jelas, bahkan seperti pesan singkat di media sosial. Padahal, konteks akademik menuntut bahasa yang lebih formal dan terstruktur.
Mengapa Etika Email Itu Penting?
Pertama, dosen menerima puluhan bahkan ratusan email setiap hari. Email yang rapi dan jelas akan lebih mudah dipahami serta cepat direspons.
Kedua, email adalah arsip resmi. Komunikasi akademik sering dijadikan dokumentasi, sehingga harus menggunakan bahasa yang sopan dan profesional.
Ketiga, etika email menunjukkan sikap hormat. Bagaimanapun, hubungan mahasiswa–dosen adalah hubungan akademik yang menjunjung tata krama.
Sederhananya, email yang baik mempercepat urusan, email yang buruk justru menghambatnya.
Prinsip Dasar Etika Mengirim Email
1. Gunakan alamat email resmi
- namakeren123@
- princesscute@
- alaygaming@
Nama email sebaiknya mencerminkan identitas asli.
2. Tulis Subjek Jelas dan Spesifik
Subjek membantu penerima memahami isi pesan sebelum membukanya.
Bandingkan:
❌ “Permisi”
✅ “Permohonan Jadwal Bimbingan Proposal”
✅ “Pengumpulan Revisi Bab 2 – Nama Mahasiswa”
❌ “Tanya”
Subjek yang jelas menunjukkan kesopanan sekaligus efisiensi.
3. Awali Salam Pembuka
Gunakan salam formal, misalnya:
-
Salam takzim,
-
Selamat pagi/siang/sore,
Hindari sapaan santai seperti “Hai”, “Halo kak”, atau langsung ke inti pesan tanpa pembuka.
4. Perkenalkan Diri Lengkap
Jangan berasumsi dosen mengingat semua mahasiswa. Sertakan identitas:
- Nama
- Program studi–angkatan
- Instansi
- Keperluan singkat
Identitas memudahkan dosen mengenali konteks Anda.
5. Sampaikan Maksud dengan Jelas dan Ringkas
Gunakan paragraf pendek dan bahasa baku. Fokus pada:
- tujuan email
- informasi penting
- permintaan atau tindakan yang diharapkan
6. Gunakan Bahasa Formal dan Sopan
Hindari:
-
singkatan (gk, sy, bgt)
-
emoji
-
bahasa gaul
-
huruf kapital berlebihan
Gunakan kalimat efektif, tanda baca benar, dan ejaan sesuai kaidah.
7. Tutup dengan Ucapan Terima Kasih
Penutup sederhana menunjukkan penghargaan, misalnya:
“Terima kasih atas perhatian dan kesediaannya.”
Tambahkan nama di akhir sebagai tanda tangan.
8. PeriksaKembali
Biasakan membaca ulang:
-
typo
-
lampiran sudah terunggah
-
alamat penerima benar
-
subjek sesuai
Kesalahan kecil bisa berdampak besar.
Contoh Format Email Akademik yang Baik (Pengiriman Berkas Tugas Akhir)
Subjek: Pengiriman Berkas Revisi Tugas Akhir – [Nama]
Salam takzim,
Perkenalkan saya
Nama:
Program Studi–Angkatan:
Instansi:
Judul Tugas Akhir:
Izin mengirimkan berkas tugas akhir yang telah direvisi sesuai arahan sebelumnya. File terlampir berupa:
-
Naskah revisi
-
Lembar revisi
-
Dokumen pendukung (jika ada)
Mohon kesediaan untuk meninjau berkas tersebut. Apabila masih terdapat bagian yang perlu diperbaiki, saya siap melakukan revisi lanjutan.
Terima kasih atas perhatian dan waktunya.
Hormat saya,
[Nama]
[Nomor HP/Email]

0 Komentar