Hening di Tangkai yang Retak

pxby

Di ruangan yang megah, mawar merah dibagikan kepada semua orang.

Saat giliranku tiba, aku menerima mawar dengan tangkai yang patah.

Aku tidak menolaknya.
Tidak pula bertanya atau protes mengapa aku mendapat yang seperti ini atau mungkin berusaha untuk menukar dengan mawar lain yang lebih bagus dan tangkai yang sempurna. 
Aku menerima apa adanya.

Dengan hati-hati, aku meluruskan tangkainya,
berusaha membuatnya tetap tegak,
sebab bahkan yang patah pun masih layak untuk dirawat.

Namun seseorang datang, mengambil mawar itu dari tanganku,
"Mas...mas ... mau tukar mawar, tangkainya patah." Seseorang menukarkan mawarku yang tangkainya patah dan memilih, mengambil, menukarnya dengan tangkai yang utuh. Kemudian memberikan kembali padaku.

Aku menerima mawar yang sempurna, padahal tidak apa-apa jika aku mendapat mawar dengan tangkai patah itu, 
Hening di tangkai yang retak, menyisakan pelajaran.

Kebaikan kecil yang dilakukan orang ini menyentuh hatiku, sekaligus menyadarkanku. Barangkali hidup juga seperti ini... ketika kita menerima segala sesuatu yang diberi oleh Tuhan dengan lapang dada dan riang gembira, entah baik atau buruk. Tuhan akan mengganti penerimaan kita dengan sesuatu yang lebih baik pula entah wasilah dari siapa. 

Atau menjadi suatu pelajaran, setiap orang sudah memiliki garis takdir dan rezekinya masing-masing. Mau sekuat apa pun menghindar, berusaha untuk menjauh atau bahkan mendapatkan pada akhirnya apa yang menjadi milikmu itu akan menemukan jalannya sendiri untuk kembali.

Main hall, U, Yk. 15/1/26.

Sekitar 16.00 WIB.

doc pribadi


Posting Komentar

0 Komentar