Efektivitas Membaca Menggunakan Pikiran Bawah Sadar dan Pandangan Mata Reseptif

  Profesor Russel dalam bukunya Teaching Reading As a Thinking Process menekankan bahwa inti buku ini ada pada 4–11%, sisanya adalah penjelasan. Anda hanya perlu menemukan 4–11% dan beberapa persen saja yang Anda butuhkan untuk mencapai tujuan.

 


Berikut cara membaca lebih efektif dan menemukan inti buku: 

Pertama, Ulasan awal.

Ulasan awal ini akan memberi teman-teman kejelasan tentang apa yang dapat ditawarkan buku tersebut. Teman-teman dapat memutuskan apakah buku tersebut layak dibaca atau tidak. Ada tiga kelompok buku:

1. Buku yang dicicipi

2. Buku yang ditelan

3. Buku yang dikunyah dan dicerna

Buku yang dikunyah dan dicerna, Buku yang dikunyah dan dicerna adalah buku yang ada di bidang Teman-teman dan merupakan buku baru yang mengharuskan teman-teman menganalisisnya agar dapat memahaminya.

Menulis dan menentukan tujuan membaca

Setelah menemukan buku yang ingin dikunyah dan dicerna, ada dua aspek penting dari tujuan. Tujuan yang baik mengandung dua aspek yang harus dipenuhi. Sebelum membaca buku, teman-teman harus menulis dan menentukan tujuan teman-teman membaca buku tersebut. Berikut cara membuat tujuan dalam membaca buku:

  1. What: mengapa Anda membaca buku tersebut dan apa yang ingin Anda dapatkan dari membaca buku tersebut.
  2. Why: mengapa Anda ingin membaca buku tersebut dan apa pengaruhnya terhadap hidup Anda.

What, akan memberi arah. Sementara why memberi bahan bakar untuk menyelesaikan buku yang sedang dibaca.

**Cara memproses informasi. Ada tiga cara berikut:

1. Pemrosesan sadar, atau pemrosesan informasi menggunakan pikiran sadar. Pikiran sadar hanya dapat memproses informasi pada 5–9 halaman per detik (40–120 bit per detik). Ini adalah kelemahan dan inilah yang menyebabkan kita berasumsi bahwa pikiran sudah penuh. Yang penuh adalah pikiran sadar.

Dan setelah 48 jam, yang masih dapat kita ingat hanyalah 5%.

2. Subliminal Processing, atau memproses informasi dengan pikiran bawah sadar. Kita memasukkan informasi dari 100 juta bit per detik. Dari telinga 30.000 bit per detik. Dari indera peraba 100 juta bit per detik. Sementara pikiran sadar kita hanya dapat memproses 40–120 bit per detik. Jadi di luar itu akan langsung masuk ke pikiran yang kita kenal sebagai subliminal.

Subliminal priming adalah tindakan subliminal yang disengaja untuk mengkondisikan informasi dan situasi tertentu agar pikiran bawah sadar memproses informasi tertentu.

3. Pemrosesan pra-sadar adalah kondisi di mana sebuah pikiran siap untuk diproses secara kognitif. Informasi mengalir ke pikiran sadar jika ada pemicu yang memasuki pikiran. Melakukan priming subliminal akan sangat membantu proses pra-sadar. 

Kedua, cara membaca yang benar.

Beberapa cara membaca yang benar:

1. Masuki kondisi tenang

2. Lakukan afirmasi pembuka

3. Gunakan tatapan mata reseptif

4. Foto halaman demi halaman

5. Tutup buku dengan percaya diri

6. Baca afirmasi penutup

7. Lakukan visualisasi

Terakhir, lakukan visualisasi aktivasi di mana aktivitas ini memancing informasi di pikiran bawah sadar naik ke pikiran sadar.









Posting Komentar

0 Komentar