Cara Ajaib Bikin Anak SD Suka Belajar: Rahasia dari Georgi Lozanov

 


Halo, teman-teman!

Pernah tidak merasa belajar itu seperti masuk hutan belantara? Banyak sekali materi, tapi bingung harus mulai dari mana. Saya juga pernah merasa seperti itu, sering bahkan. Sampai akhirnya saya kenalan dengan Quantum Learning, terutama dari tokoh bernama Georgi Lozanov. Dan jujur, ini salah satu hal yang membuat saya bilang: "Kenapa nggak dari dulu aja tahu metode ini?"

Siapa Georgi Lozanov?

Oke, sebelum kita bahas lebih jauh, kenalan dulu yuk!

Georgi Lozanov adalah seorang dokter, psikolog, dan pendidik asal Bulgaria yang jadi pelopor metode Superlearning atau yang kita kenal dengan Suggestopedia. Nah, pendekatan inilah yang jadi pondasi dari konsep Quantum Learning modern yang kita kenal sekarang.

Lozanov percaya kalau pikiran bawah sadar kita punya kekuatan besar dalam proses belajar, dan sayangnya… metode belajar konvensional sering banget “menekan” potensi luar biasa itu.

Jadi, Apa Itu Quantum Learning versi Lozanov?

Menurut saya pribadi, Quantum Learning ala Georgi Lozanov itu seperti cara belajar yang bikin otak kita bahagia. Tidak hanya duduk pasif, tapi aktif, santai, bahkan terasa seperti sedang liburan!

Lozanov ini menemukan bahwa:

📌Suasana belajar sangat memengaruhi hasil belajar.
Kalau kita belajar dalam keadaan tegang, otak kita malah nutup akses informasi. Tapi kalau santai, tenang, dan nyaman? Otak kita malah terbuka lebar!

📌Musik klasik bisa membantu otak menyerap informasi.
Lozanov merekomendasikan musik seperti Bach atau Mozart diputar pelan-pelan saat belajar. Ternyata ini bisa menurunkan stres dan meningkatkan konsentrasi.

Bach - Classical Music for Relaxation

The Best Relaxing Classical Music Ever By Mozart - Relaxation Meditation Reading Focus

📌Sugesti positif itu penting!
Kata-kata yang kita dengar saat belajar sangat memengaruhi kepercayaan diri. Kalau kita dibilang “kamu pasti bisa”, otak akan lebih semangat. Tapi kalau terus dikritik? Ya... jadi malas belajar 😓

Belajar = Liburan (Kalau Pakai Cara Ini)

Bayangkan ya, teman-teman:

Kita belajar dalam ruangan yang nyaman, ada musik lembut mengalun di latar, gurunya ramah dan penuh semangat, lalu kita diajak bergerak, berdiskusi, bahkan tertawa bersama.

Itu semua adalah bagian dari metode Lozanov!

Bahkan, dulu saya kira belajar harus diam, serius, dan banyak hafalan. Tapi setelah tahu pendekatan ini, saya sadar… belajar bisa seperti bermain dan hati tetap senang. Asal caranya tepat.

Prinsip-Prinsip Keren dari Georgi Lozanov

Berikut ini beberapa hal menarik yang saya rangkum dari metode beliau:

  1. Desugesti dan Resugesti
    Buang dulu pikiran “saya nggak bisa”, lalu ganti dengan pikiran “saya pasti bisa” (ini namanya resugesti). Kata-kata punya kekuatan!

  2. Ritme dan Relaksasi
    Belajar pakai musik bukan cuma gaya-gayaan. Ada ritme otak tertentu (seperti alpha wave) yang bikin kita lebih fokus saat belajar dalam keadaan tenang.

  3. Pembelajaran Cepat dan Berulang
    Pelajaran diberikan dalam bentuk cerita, permainan, dan aktivitas yang menyenangkan. Diulang tapi nggak membosankan!

  4. Lingkungan Positif dan Menyenangkan
    Warna ruangan, nada suara guru, bahkan ekspresi wajah—semuanya bikin perbedaan besar dalam pengalaman belajar kita.

Kok Bisa Jadi Quantum Learning?

Nah, teman-teman, di tahun-tahun berikutnya konsep Lozanov ini diadaptasi oleh tokoh seperti Bobbi DePorter, dan lahirlah metode Quantum Learning. Jadi bisa dibilang, Quantum Learning yang sekarang berkembang di banyak sekolah itu dari ide-ide cemerlangnya Georgi Lozanov.

Quantum Learning lebih banyak digunakan di kelas-kelas modern sekarang, karena terbukti membuat siswa:

✅ Lebih fokus
✅ Lebih cepat paham
✅ Lebih percaya diri
✅ Dan yang paling penting: lebih bahagia saat belajar!

Kesimpulan: Belajar Itu Gaya, Bukan Derita.

Sejak kenal Quantum Learning (terutama ide-ide awal dari Georgi Lozanov) dan satu lagi MI (kita bahas di postingan lainnya), cara belajar saya berubah. Saya jadi lebih santai, tidak terlalu keras ke diri sendiri, dan mulai menikmati setiap proses belajar.

Kalau kamu merasa belajar itu beban, coba deh mulai dari hal-hal kecil: pasang musik lembut, beri afirmasi positif ke diri sendiri, dan ciptakan ruang belajar yang nyaman juga membuat hati tenang.

Belajar itu bukan soal siapa yang paling rajin, tapi siapa yang paling bahagia menjalaninya.



Modifikasi Quantum Learning, saat bekerja dan belajar saya menggunakan instrumen musik ala-ala cafe, sans dan relax.
Contoh instrumen musik yang biasa saya gunakan:

Posting Komentar

0 Komentar