Belajar Tangisan Kehilangan

 


Belajarlah dari tangisan orang-orang yang telah kehilangan. 

Tidak apa-apa jika dikata lebay atau childish, sabar dan maklumi saja untuk ketidaktahuan mereka bahwa kita memang sengaja melakukan itu untuk menciptakan momen... untuk menikmati, menghargai waktu bersama orang-orang yang kita sayangi... 

Kita tidak akan pernah tahu betapa berharganya seseorang, sebelum kita kehilangan. Jadi berikan yang terbaik dari terbaik yang bisa kita usahakan, sekuat tenaga, dan tunaikan segala hajat-hajat.

Seminggu yang lalu, saya seperti orang gila. Entah apa yang sedang merasuki tetiba saya ingin keluar jalan-jalan dengan berjalan kaki. Jalanan, tembok, warmindo, pepohonan, dedaunan Ringroad Jogja menjadi saksi bisu kegilaan saya di siang hari. Saya keluar dan berjalan kaki dari SR Huis, melewati jalanan Ringroad, dan menuju perkampungan, kemudian berhenti di warteg dalam kampung untuk makan siang. Sepanjang perjalanan memori itu terngiang di kepala saya. 

Tentang seseorang yang bersahaja,

Tentang seseorang yang menjadi panutan,

Tentang seseorang yang bersinar dan sedang menunggu kembali di hadapannya.

Tetapi hari itu adalah hari terakhir pertemuan kami. 

Kenapa?

Garis takdir membawa pada kisah yang tak usai, tetapi semangat dan daya juang akan terus membara hingga sampai.


3/59/2300/101225/6625.




Posting Komentar

0 Komentar