Senandika Cinta
Novel fiksi romance pertama dan terakhir.
Wenn du meine Schriften ernsthaft liest, wirst du
finden,
dass ich die Flocke bin, die dich vollständig
schreibt.
Ich möchte einfach schreiben, so einfach wie ich dich
bedingungslos liebe.
Liebe ist so kompliziert, komplizierter als das Finden
der kleinsten Partikeln in einem Atom, dass du sogar
mathematische, physische oder chemische Formeln
verwenden müsst, bis du die Partikel findest.
Ich möchte nur einfach schreiben. Es ist jedoch
schwierig. Schwer loszulassen und fast zu ergriffen.
Du wirst nie einen Grund finden können, warum ich
jemanden bedingungslos lieben kann, dann müssen
du ermutigt werden, dieses Gefühl aus einem
bestimmten Grund loszulassen.
Es gibt keine anderen Wahlen von einem Sturz, als
sich zu erheben.
Sei tatkräftig!
‼️
Jika kamu membaca tulisanku dengan sungguh
sungguh, kamu akan temukan aku menjadi kepingan
yang menuliskanmu secara utuh.
Aku ingin menuliskan dengan sederhana,
sesederhana aku yang mencintaimu tanpa syarat.
Cinta begitu rumit, lebih rumit dibanding mencari
partikel paling kecil pada sebuah atom, bahkan kamu
butuh menggunakan rumus matematika, fisika atau
kimia sampai kamu menemukan partikel itu.
Aku ingin menuliskan dengan sederhana. Namun,
sulit. Sulit melepaskan yang hampir tergenggam.
Kamu tidak akan pernah bisa menemukan alasan
kenapa aku bisa mencintai seseorang tanpa syarat,
lantas harus berbesar hati melepaskan rasa itu
karena sebuah alasan.
Tidak ada pilihan dari sebuah jatuh, selain bangkit.
Semangat!
***diterjemahkan oleh penerjemah Non Bahasa Tersumpah Bahasa Jerman.
Ramdan Satria Dharmawan (dr)
Hatiku berdesir melihat
laki-laki aneh itu dan ikut bahagia melihat senyumnya. aku melihat seorang laki-laki yang aneh dengan tinggi sekitar
179 cm dan berat mungkin sekitar 60 kg. Berkendara berkeliling kampus dengan segway X2
se. Segway
X2 se adalah kendaraan roda dua dengan tenaga baterai. Menggunakan keseimbangan
dari penahan di kedua roda dengan sistem komputerisasi. Segway menggunakan
power baterai lithium yang dapat di isi ulang.
***
Kotak roti batman, yaitu kotak yang dibuat oleh dokter
Ramdan sendiri dari gabungan stik ice cream serat kayu yang
direkatkan dengan lem khusus kemudian dia beri double tip di belakang
roti itu dan menempelkannya tepat di tengah kotak yang telah dibuatnya. Lalu
dia menutupnya dengan mika plastik sehingga terlihat seperti hiasan batman
dengan ukuran sekitar panjang dan lebar dua belas sentimeter serta ketebalan
tujuh sentimeter, padahal sebenarnya itu adalah roti yang bisa dimakan, bukan
hiasan.
Aku melanjutkan sarapanku dengan minum dan makan
hashbrown, Dokter Ramdan juga. Kemudian dia mengambil ponselnya dan
menyambungkannya dengan speaker kecil yang telah dia bawa. Dia memutar
musik melalui ponselnya. Kami breakfast bersama untuk pertama
kali ditemani lagu Sheila on 7 yang berjudul Buat Aku Tersenyum.
Datanglah sayang dan biarkan ku berbaring.....
***
“Bentar,” katanya sambil mengambil tisu yang sudah aku
siapkan tadi, kemudian mengambil pulpen dari tasnya. Dia tata dan ratakan
selembar tisu di atas meja yang sudah diambilnya, kemudian menuliskan sesuatu
secara pelan-pelan.
“Harus pelan-pelan nulisnya, kalau nggak gitu nanti sobek
tisunya,” bicaranya entah kepada siapa. Setelah itu, dia lipat tisunya menjadi
empat bagian.
“Ini buat kamu,” katanya sambil memberikan tisu yang
sudah ditulisnya tadi. “Love you …,” ungkapnya dengan mata yang
berbinar-binar.
Jantungku berdetak lebih lambat. Aku
benar-benar melihat cinta dari sorot matanya yang tajam.
“Love youuu,” jawabku datar. “Moreee,” sambungku riang tersenyum lebar sambil menatap matanya. More yang
aku ucapkan di sini memang sengaja aku buat seperti ucapan ke dalam bahasa
Indonesia bukan bahasa Inggris.
Dokter Ramdan diam sebentar, mengernyitkan dahi, seperti
sedang berpikir more itu apa. “Morrr heyyy. Morrr. Morrr. Bacanya
morrr,” jawabnya sedikit sambil ketawa dan mengulang kata more sebanyak
tiga kali. Aku ketawa. Taman RSGM FK UNAIR dipenuhi canda dan tawa kami.
Aku membuka dan melihat tulisannya yang ada di tisu
kering itu.
Nichts
ist wertvoller als die zeit, die ich mit dir verbringen kann. Ich liebe dich
mit aufrichtigen und herzlichen, bacaku dalam hati. Kemudian aku melihat Dokter Ramdan, menghela napas, aku
merasakan rongga dadaku menjadi ringan, penuh kelegaan dan aku tersenyum simpul
melihatnya. *Nichts ist
wertvoller als die zeit, die ich mit dir verbringen kann. Ich liebe dich mit
aufrichtigen und herzlichen artinya tak ada yang lebih bernilai daripada
waktu yang dapat kuhabiskan denganmu. Aku mencintai kamu
dengan tulus dan sepenuh hati.
***
Pergi ke Jerman
***
Kembali pulang
***
Tidak
semua orang bisa memahami bahwa luka yang tidak pernah kita ceritakan adalah
luka yang paling dalam.
***“Aaaaaaaa!”
Aku berteriak saat pipi sebelah kananku tergores aspal
kasar jalanan depan Galaxy Mall. Kemudian tubuhku berhenti terseret di
tengah-tengah jalan raya.
“Aaaa. Pipiku...,” teriakku saat aku masih tergeletak di
tengah-tengah jalan raya dengan memegang pipi sebelah kanan.
“Darah,” bicaraku sangat pelan dan lemas ketika aku
melihat telapak tangan kananku ada bercak darah setelah aku memegang pipiku.
*Sebegitu dalamnyakah
perasaanku untukmu...
***
Semua
memiliki waktu dan batasan yang telah ditetapkan oleh-Nya. Allah
takdirkan adanya dua hal yang berlawanan. Bila sesuatu telah sampai pada
batasnya, dia akan berubah jadi kebalikannya. Bila malam
sudah mengambil bagiannya dan menghabiskan perjalanannya, dia akan disusul
dengan sang fajar. Bila
kesulitan dan kesakitan sudah mengambil bagiannya dan menghabiskan
perjalanannya, dia akan disusul dengan kenikmatan dan kebahagiaan.
***
Masa lalu yang tidak kau tuntaskan akan kembali hadir di hidupmu dengan cara yang tidak pernah kau duga. Tetapi kamu, hanyalah masa laluku.
“Ya, Tuhan. Laki-laki
yang jangankan dulu untuk berhadapan, bahkan mendengar namanya saja aku tak
mampu, sekarang aku berdiri di hadapannya dengan perasaan hambar. Aku tidak
merasakan apa pun,” kataku dalam hati.
*
“Even, aku
memberikan seluruh kepercayaanku ke kamu. Apa yang kamu lakukan di masa lalu
aku percaya itu adalah keputusan terbaik yang kamu ambil dimasanya. Mungkin
memang sudah takdirnya seperti itu juga,” aku menghela napas, kemudian
memalingkan wajahku dari pandangannya.
“Kapan
kamu getting married?”
“I will get married, soon."
*Annoying. Dulu aku
datang kepadanya untuk meminta maaf dan meminta penjelasan darinya, tetapi aku
tidak mendapatkan apa pun. Tiba-tiba, sekarang, dia hadir kembali dalam
kehidupanku dengan sejuta permintaan maaf. Kamu hanya masa laluku, Ramdan. Kamu
bukan lagi prioritasku. Kamu, bukan siapa-siapaku.
***
Aku telah bersamanya

0 Komentar