Lampu menyala seperti harapan yang dipejamkan mata.
Sepanjang jalan kenangan tawa berjejal, roda andong berderit pelan.
Di depan keindahan gedung megah itu, di tengah keramaian itu... aku duduk sendiri.
Antara cahaya dan suara ada kesunyian yang memilihku sebagai rumah untuk bernaung.
Tak ada nama yang ku panggil, tak ada tangan yang ku cari.
Malam terus berjalan, dan angin terus saja membawa aroma kenangan.
Kesepian paling nyaring adalah ketika dunia bersorak, tetapi hatimu memanggil yang tercinta.
Malioboro, 5 Januari 2026. 18.43 WIB.
0 Komentar